Sunday, December 16, 2018

Monitoring, SLA, and Alert in OSB

Di blog kali ini, saya akan berbicara tentang beberapa fitur Out of the Box yang disediakan oleh OSB sehubungan dengan monitoring, SLA agreements, dll. Disini saya akan menjelaskan dasarnya sehingga audiens yang dituju dapat menemukan manfaatnya. 

Pada saat ini saya yakin bahwa anda tahu bahwa ada banyak fungsi yang hanya dapat diterapkan pada console web OSB yang tidak dapat dilakukan melalui IDE.

OSB Monitoring

Digunakan untuk mendapatkan statistik pada format tabel, kita dapat menggunakannya dengan mengaktifkan monitoring pada Proxy Service dan Business Service

Configuring monitoring:

  • Setelah Proxy Service selesai didevelop dan dideploy, start server dan buka OSB Console untuk meng-enable monitoring. (Monitoring hanya dapat dienable melalui sbconsole)
  • Melalui Project Explorer, kemudian pilih Proxy Service yang ingin dienable monitoringnya.
  • Klik pada ProxyService dan kemudian klik pada "Operational Settings" tab.
  • Monitoring - Operational features.
  • Create session menggunakan Change Center.
  • Enable monitoring dengan klik checkbox "Monitoring". Aggregation Interval adalah periode dimana statistik agregat yang terkait dengan service dihitung untuk ditampilkan di dashboard Oracle Service Bus Console. Secara default disimpan pada 10 menit.
  • Update setting-an dan aktivasi session.
  • Setelah dienable, kita dapat melihat monitoring statistik dari dashboard. Klik Operations pada sbconsole, dan list dari semua entity ditampilkan di sisi kanan pada halam bawah tab Service Health.


Defining SLA (Service Level Agreement)

SLA adalah sebuah fitur dari OSB yang digunakan untuk memberikan informasi operasional ketika service berjalan atau tidaknya sesuai ketentuan SLA. Sebagai contoh, waktu eksekusi service tidak boleh berjalan lebih lama dari 50 ms atau service harus dijalankan 500 kali selama periode tertentu.

Manajer SLA memungkinkan pengguna untuk mengkonfigurasi aturan SLA. Hal ini digunakan untuk memonitor pelanggaran SLA dengan bantuan data yang disediakan oleh agregator dan mengirim pemberitahuan yang dikonfigurasi dalam tindakan aturan peringatan.

Berikut ini adalah tujuan dari peraturan peringatan SLA:
  • Peraturan peringatan SLA digunakan untuk menentukan kondisi apa yang akan memicu  sebuah peringatan.
  • SLA Alert Destination digunakan untuk menentukan apa yang harus dilakukan saat kita mendapat alert trigger.
Apa yang akan kita lakukan di bagian berikut adalah mengkonfigurasi aturan Alert (menentukan kondisi berdasarkan peringatan yang dipicu) dan tujuan siaga (yang akan memberitahu OSB apa yang harus dilakukan ketika mendapatkan sebuah peringatan). Sebelum menetapkan ketentuan untuk Alert Rule, penting bahwa kita harus mengkonfigurasi Alert Destination terlebih dahulu.

Sekarang, kita akan melakukan konfigurasi yang akan mengirimkan peringatan yang dipicu melalui email. Cara menetapkan Alert Destination adalah email jika ada pelanggaran SLA. Langkah pertama adalah mengkonfigurasi Alert Destination yang akan kita gunakan dalam peringatan SLA. Dan untuk pemberitahuan email yang berhasil dikirim, kita membutuhkan SMTP Server dalam melakukan konfigurasi. (Hal ini dapat dilakukan melalui IDE atau sbconsole)

Setelah SMTP Server diatur, langkah selanjutnya adalah membuat Alert Destination. Alert Destination pada dasarnya berisi daftar penerima yang akan dikonfigurasi dalam alur Proxy Service. Konfigurasikan Alert Destination dengan memberikan detail yang diperlukan. Di bagian penerima, kita dapat menyebutkan alamat email yang ingin dikirimi alertnya. Selanjutnya, kita menggunakan Alert Destination untuk Level Agreement Alerts. Kita dapat membuat rule pada Business Service.


References:
  • https://docs.oracle.com/middleware/1213/osb/administer/GUID-2EECE6E7-A783-465C-A041-A500CC93FD62.htm#OSBAG2056 
  • http://oraclesoaosbbpmapi.blogspot.com/2017/07/osb-monitoring-configurationslapipeline.html




No comments:

Post a Comment