Showing posts with label Framework. Show all posts
Showing posts with label Framework. Show all posts

Sunday, July 1, 2018

Pengenalan, Instal Lumen



Hallo ,

kali ini kita akan bahas framework, apa sih framework itu? Tentunya teman teman sebagai seorang programmer sudah tidak asing lagi mendengar kata framework,  ya dari framework yg berbasis bahasa java, php, phyton dll. Contohnya saja framework yang berbasis bahasa pemrograman PHP sudah banyak , misal CI,YII,Cake,Laravel dan lebih banyak lagi, jika di bahas semuanya pasti banyak sekali hehe, klo gitu kita bahas salah satu saja yaitu laravel.

apa si laravel itu? Larevel adalah framework berbasis PHP sama seperti framwork lainnya laravel berkonsep MVC , tapi ada yg menarik dari framework , yaitu laravel lumen, laravel lumen sendiri adalah micro dari framework laravel yang khusus di buat oleh pengembangnya untuk mengakomodasi kebutuhan developer yang ingin membuat aplikasi dalam skala lebih kecil dari laravel. jadi laravel lumen ini microframework dari laravel yang di khususkan untuk menangani API.

Nah skrng kita akan instalasi laravel lumen , dan berikut kebutuhan sistemnya :
1. PHP >= 5.6.4
2. OpenSSL PHP Extension
3. PDO PHP Extension
4. Mbstring PHP Extension

Pertama tama instal terlebih dahulu composer sebagai dependency manage khusus PHP untuk memulai project laravel lumen.
langkah pertama setelah kita instal composer kemnudian kita buka cmd untuk di windows lalu ketik perintah: 

composer create-project --prefer-dist laravel/lumen blog

*lumen blog = blog adalah nama project







gambar proses instalasi lumen
Disini kita instal lumen versi 5.1

Disini saya letakkan di directory D:\framework
sekarang kita cek directory tersebut
Jadi seperti ini struktur folder dari framework laravel lumen 

sampai disini kita sudah berhasil berkenalan dengan lumen dan juga berhasil menginstalnya. dan sekarang kita buat route sederhana dengan menampilkan hello world,
pertama buka project lumen dan masuk ke folder app/htttp/routes.php

dan kita tambahkan script untuk menampilkan string hello world :

$app->get('/test', function () use ($app) {
    return "Hello World!";
});


kemudian kita jalankan lumen dengan cara kita masuk ke directory project dan tekan shit + klik kanan kemudian kita pilih open command window here, dan kita ketik perintah :
php artisan serve

Secara default Lumen berjalan di port 8000, sekarang kita buka browser dan kita ketiikan localhost:8000/tes
*test : nama routing

dan ini hasilnya :


-Terimakasih





Sunday, March 18, 2018

Introduce to Ruby on Rails

Halo sobat, kembali lagi di blog Nostra!

Pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan pengenalan tentang Ruby on Rails.

Ruby on Rails (disingkat menjadi Rails) adalah framework yang ditulis dengan bahasa pemrograman Ruby, yang diperkenalkan pertama kali pada tahun 2004. Rails termasuk server side, yang berarti semua proses dijalankan pada server, bukan pada client's browser.

Ruby itu sendiri merupakan salah satu high level programming language dan menggunakan konsep object oriented programming. Ruby populer karena beberapa hal berikut:
- Mudah dipelajari
- Open source
- Library yang banyak

Dengan beberapa kelebihan tersebut, tentunya Ruby memiliki beberapa kekurangan, beberapa kekurangannya, adalah:
- Performa yang tidak sebanding dengan Java, C, C++, dan lainnya
- Threading model yang digunakan oleh Ruby menggunakan virtual machine, tidak menggunakan native OS thread

Rails sendiri memiliki beberapa keuntungan:
- Framework yang membuat developer lebih produktif
- Tidak membutuhkan proses compile
- Anda bisa membuat aplikasi setidaknya lebih cepat 10 kali daripada framework berbasis Java

Rails juga merupakan full-stack framework, karena menggunakan MVC (model view controller) pattern, sehingga Rails memiliki backend dan frontend sendiri. Secara code, Rails juga lebih simple, sehingga anda dapat membuat aplikasi dengan lebih sedikit baris.

Salah satu contoh code yang ditulis menggunakan Rails:


Sekian introducing to Ruby on Rails kali ini, sampai bertemu di part kedua (yang akan menjelaskan function-function dasar pada Rails).

Saturday, March 17, 2018

Android Annotations - annotation-driven framework library

Hello guys! dalam kesempatan ini gw akan nge-share sebuah library Android yang bernama Android Annotations. Ngomong-ngomong soal annotation, sebenernya apa sih? Mungkin kalian yang sudah expert menggunakan medsos pernah dong mention temennya di suatu komen atau chat grup? Nah, annotation di sini juga ga beda jauh dengan mention yang kita gunakan di medsos tersebut. Hanya saja yang kita mention di sini bukan orang melainkan sebuah method atau function yang dapat diproses oleh java-apt.

Apa sih Android Annotations itu?

Singkatnya, merupakan sebuah library yang mengandalkan teknologi Java Annotation Processing Tool atau disingkat java-apt, dimana hal tersebut simplify your code.  Cara kerja library ini bisa dicek di penampakan berikut :




Jadi lo cukup panggil anotasinya dan biarkan library ini generate code-nya. Simpel kan?

Dalam kasus ini gw dah nyiapin sebuah aplikasi sederhana yaitu ContactApp yang bisa kalian akses di sini, aplikasi ini berfungsi buat nyimpen Nama, Nomor Ponsel, dan Alamat Rumah. Fitur yang disajikan yaitu List Contact, Add Contact dan Edit Contact, dimana data tersebut bakalan disimpan di local database dengan memanfaatkan library Room yang pernah dibahas di sini oleh mas Adi Trioka.

Cara install library-nya gimana sih?

Tambahkan baris berikut di file build.gradle pada module app :

Setelah proses instalasi selesai, yuk cek aplikasinya!

Implementasi

Oke guys, setelah kalian cek aplikasi tersebut bisa dilihat begitu simpelnya line of codes di activity AddEditContactActivity. Mari kita bandingkan dengan line of codes tanpa menggunakan AndroidAnnotations :

Dan berikut line of codes setelah mengimplementasikan AndroidAnnotations :

Dari dua file tersebut bisa dilihat transformasi line of codes setelah menggunakan AndroidAnnotations, yang tadinya 134 baris menjadi 96 baris. Simpel kan?

Oh ya, AndroidAnnotations kemampuannya ga sebatas itu lho! Kalian bisa cek langsung beberapa kekuatan yang disajikan oleh library ini di sini. Kalo bingung cara ngeluarin kekuatannya gimana bisa langsung cek di sini juga ya!

Oke guys, sekian dulu dari gw. Semoga dapat bermanfaat dan sampai jumpa lagi di blog berikutnya! See ya!

Referensi :

  • https://github.com/androidannotations/androidannotations
  • http://androidannotations.org/

Sunday, September 17, 2017

Mengenal Ionic!

Halo, Nostra Readers!

Tadi siang sepupu saya datang ke rumah untuk silaturahmi. Sambil mengobrol-ngobrol, tiba-tiba terbahas suatu framework yang baru saya dengar, namanya itu Ionic. Wah menarik nih, langsung coba googling apa itu ionic.

Nah untuk postingan kali ini, saya akan membahas singkat mengenai sebuah framework yang disebut-sebut mudah untuk membuat sebuah mobile apps ini.

Iconic merupakan open source SDK mobile untuk membuat native dan progressive web apps dengan mudah. Awalnya iconic dibuat pada tahun 2013 berdasarkan Angular dan Apache Cordova. Sekarang ini Iconic merupakan versi yang kedua, namun tetap dipanggil Ionic, yang berdasarkan dari Angular. Di Ionic ini memberikan tools dan service untuk membuat hybrid mobile apps yang menggunakan teknologi-teknologi dari web seperti HTML, CSS, dan Sass. Lalu dari pemanfaatan teknologi-teknologi web, dengan menggunakan Cordova dapat diinstall pada device-device.

Getting Started

Untuk memulai Ionic cukup mudah, pertama-tama kita perlu menginstall node js terlebih dahulu untuk dapat menggunakan fitur npm. Lalu dari command prompt (Command Line) dimulai dengan menginstall ionic dengan cara mengetik,

npm install -g cordova ionic


Ketika sudah selesai menginstall, lalu dilanjutkan dengan memulai app yang sudah ada(Preset) dengan mengetik di command line dari salah satunya dibawah ini,









- ionic start myApp blank - ionic start myApp tabs - ionic start myApp sidemenu

kemudian setelah kita melakukan command diatas, dimana dari command itu kita sudah meng-clone dari git, kita masuk ke dalam foldernya yaitu myApp,

cd myApp

Lalu dimulai dengan cara,

ionic serve

Setelah dijalankan nantinya akan membuka page baru yang berisikan content dari apa yang sudah di clone tadi.

Nah sekarang ini sudah ada yang namanya Ionic Creator, dimana Ionic Creator merupakan tools dari Ionic yang penggunaannya untuk membuat interface hanya dengan drag and drop.

Mungkin itu dulu dari saya kali ini, semoga bermanfaat untuk kedepannya!


References:
- Ionic
- Wikipedia